Ketua PW SEMMI Aceh Himbau Mahasiswa Aceh Tegakkan Syariat Islam dan Perangi Narkoba

Banda Aceh, suarasi.com – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Provinsi Aceh (PW SEMMI) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Narkoba dan Syariat Islam Antara Regulasi dan Tragedi” di Aula FTK Gedung B Kampus UIN Ar Raniry Banda Aceh, Jum’at (11/10).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pengurus Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia provinsi aceh dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh. Acara tersebut juga di hadiri oleh ratusan mahasiswa yang berada di kota banda aceh dan sekitarnya.

Acara Seminar Nasional tersebut di isi oleh Kolonel Inf. Azwar Usman. SH dari Asintel Kasdam, Dr. Fajran Zain, MA Executive Diretor The Aceh Institute, Tgk. H. Ahmad Tajuddin. AB dari Tokoh Agama, Fenny Steffy Burase dari Aktivis Sosial dan Husnul Jamil dari unsur aktivis mahasiswa.

Ketua panitia, Amirul Haq dalam laporannya menyebutkan, kegiatan seminar nasional ini di buat untuk memperkuat silaturrahmi dan kolaborasi bersama serikat mahasiswa muslimin indonesia provinsi Aceh sebagai wujud komitmen dalam membangun aceh secara kolektif.

Ketua Umum PW SEMMI Aceh, Husnul Jamil, dalam paparannya mengatakan bahwa kondisi penerapan syariat islam di aceh masih jauh dari pada harapan, syariat islam di aceh saat ini seperti hidup segan mati tak mau. Penerapan syariat islam tidak hanya berlaku bagi masyarakat aceh, namun penerapan syariat islam harus masuk ke meja pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif agar politik islam tidak hanya sebagai symbol, namun menjadi ideology politik bagi politisi, birokrasi dan korporasi yang ada di aceh saat ini.

Selain itu, maraknya penggunaan narkoba di aceh menjadi perhatian kita sebagai generasi muda aceh, sebanyak 73.201 warga Aceh diduga terindikasi kecanduan narkoba. Dari jumlah tersebut, sebanyak 916 mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba telah direhabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, terhitung sejak 2017-2018. Sedangkan, 72.285 orang sisa belum tersentuh layanan rehabilitasi.

Lanjut Husnul, Sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan, pemuda dan mahasiswa kini banyak yang apatis dan terkungkung oleh sistem pembelajaran kampus yang menyekat mahasiswa dari persoalan masyarakat. Melihat kondisi mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Terlibat obat-obatan terlarang narkoba, seks bebas. Bahkan agama sekalipun dianggap sebagai barang kuno yang harus dimuseumkan.

Husnul menyebutkan ciri ciri mahasiswa, Pertama mahasiswa akademis, yakni mahasiswa yang berorientasi semata-mata pada urusan akademis.

Datang ke kampus, belajar, lalu ke perpustakaan, dengan harapan mendapatkan IPK tinggi dan lulus mendapatkan pekerjaan layak. Kedua, mahasiswa romantis. Mahasiswa semacam ini, kata husnul jamil, terlihat dari tampilannya yang necis dalam rangka menggaet lawan jenis. Datang ke kampus dengan tampilan rambut klimis tetapi otaknya kosong. “Kepeduliannya kepada masyarakat juga tidak ada,” tambahnya.

Tipe ketiga, yakni mahasiswa hedonis. Tampil dari rumah dengan segala kemewahannya. Tetapi di perjalanan berbelok arah dan lebih memilih nongkrong di kafe-kafe dan tempat lainnya. Keempat tipe agamis. Dia hanya mengedepankan hubungannya kepada Tuhan. Datang ke kampus, ke masjid dan senantiasa mendekatkan diri dengan iktikaf.

Mahasiswa ini sibuk urusan rohani tapi melupakan masalah sosial. Kelima adalah tipe organisatoris. Mereka aktif di gerakan kemahasiswaan sebagai aktivis, memadukan studi yang penuh dengan teori dengan praktiknya di lapangan.

“Agar mahasiswa menjadi agen perubahan maka harus menjadikan tiga tipe dalam satu-kesatuan. Masing-masing tipe mahasiswa akademis, agamis dan organisatoris,” tutupnya.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam Meeting Dengan Kementrian Kehakiman Turki

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Kamis, 10 Oktober 2019, rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam (LWSI) meeting dengan Kementerian Kehakiman Turki (Turkiye Commuriyeti Adalet Bakanligi).

Tim Lembaga Wakaf Syarikat Islam dipimpin oleh Pembina LWSI Hamdan Zoelva yang juga Ketua Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidzyiah Syarikat Islam. Sementara, Kementrian Turki dipimpin Wakil Menteri Mr. Ugerhan KUS di dampingi para pejabat kementerian lainnya.

Acara diawali dengan perkenalan dan setelah itu dilanjutkan dengan sharing informasi bergantian dari kedua belah pihak, dalam berbagai hal termasuk kemungkinan kerjasama Syarikat Islam (SI) dengan Kementerian Kehakiman, SI dengan Non Government Organization (NGO) Turki ataupun bisnis to bisnis.

Pertemuan yang dimulai jam 14.00 waktu Ankara berlangsung selama kurang lebih 1 jam dan dilaksanakan di ruang rapat resmi kementerian Kehakiman Turki.

Suasana penerimaan terhadap rombongan sangat terasa begitu formal (resmi), akan tetapi tetap dalam suasana bersahabat dan hangat, sehingga mengalir dengan lancar hingga akhir.

Dalam penyampaiannya, Wakil Menteri Kehakiman Turki tertarik dengan tiga hal. Pertama, Masalah tukar menukar informasi hukum. Kedua, Tukar menukar mahasiswa hukum antara SI dan Turki, dan Ketiga, Kementerian berminat membangun kerjasama yang lebih erat dalam membangun lembaga pendidikan hukum di Indonesia bersama Syarikat Islam.

Pembicaraan juga menyangkut sharing soal konstitusi masing-masing negara karena mereka mengetahui posisi Ketua Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi di Indonesia, bahkan pernah menjadi presiden MK Asia yang pemilihannya terjadi di Turki pada tahun 2013 s/d 2015.

Entah mendapat bisikan dari siapa di akhiri pertemuan Wakil Menteri Kehakiman Turki mendoakan agar pak Hamdan Zoelva dapat menjadi salah seorang yang masuk dalam kabinet Indonesia Hebat jilid II dan diaminkan semua peserta.

Semoga.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Hamdan Zoelva Melantik Syarikat Islam Perwakilan Turki

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Salah satu agenda rombongan Syarikat Islam dalam kunjungan ke Turki adalah melakukan pelantikan Syarikat Islam Perwakilan Turki yang telah lama dibentuk oleh Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziah (PP/LT) Syarikat Islam.

Bertempat di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berlokasi di Ankara – Turki, pada sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Ketua Umum PP/LT Dr. Hamdan Zoelva melantik Pimpinan Syarikat Islam Turki.

Untuk pertama kalinya PP/LT menunjuk 4 (empat) orang untuk memegang jabatan eksekutive dimana pak Doddy Cleveland Hidayat Putra sebagai ketua atau Pimpinan Perwakilan Turki.

Seperti biasanya, prosesi pelantikan diawali dengan baiat bagi anggota dari Syarikat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan ucapan sumpah dan janji sebagai pengurus kemudian dikukuhkan setelah ditanyai kesiapannya.

Dalam amanahnya setelah pelantikan, Ketua Umum Dr. Hamdan Zoelva menjelaskan kembali tentang ma’na kesungguhan yang termaktub dalam baiat yg dilakukan. Menurut beliau bahwa hal tersebut penting di ulang-ulang demi menjaga kemurnian misi kita bergabung dengan Syarikat Islam.

Dibagian lain, Ketua Umum Syarikat Islam menjelaskan tentang 4 (empat) program Syarikat Islam atau yang dikenal dengan Catur Program yakni ; konsolidasi, pendidikan, dakwah ekonomi dan politik.

Ditambahkan bang Hamdan (begitu kebanyakan orang menyapanya, red) agar setelah ini segera pengurus yang dilantik untuk melengkapi kepengurusan dan melakukan konsolidasi organisasi termasuk di dalamnya mendata anggota dari Syarikat Islam yang berada di setiqp wilayah di Turki.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat ini diakhiri dengan jamuan minum yang telah disediakan oleh KBRI dan foto bersama pengurus PC Turki yang baru dilantik dengan rombongan dan staf kedutaan.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Kunjungan LWSI ke Council of Judges and Prosecutors

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Selesai dari Kementerian Kehakiman rombongan melanjutkan kunjungan ke kantor Council Of Judges and Prosecutors.

Setiba di tempat yang dituju rombongan disambut langsung oleh president lembaga tersebut, yakni Mr. Mehmet Yilmas.

Council of Judges and prosecutors Turki adalah lembaga yang memiliki tugas utama mengawasi hakim dan jaksa sebagaimana Komisi Yudisial di Indonesia walau tentu tidak persis sama.

Informasi yang di peroleh, dari jumlah penduduk Turki yang sekitar 80 jutaan, akumulasi jumlah hakim dan jaksa 21.000 org. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang jumlah penduduknya 260 juta lebih jumlah hakim dan jaksa hanya sekitar 16.000 org. Artinya jumlah tersebut masih sangat kurang jika dibanding dengan ratio ketersediaan hakim dan jaksa di negara Turki.

Disampaikan juga oleh Mr. President Council of Judge and Prosecutors di dalam pertemuan bahwa hampir setiap tahunnya jumlah hakim dan jaksa yang dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik profesi rata-rata sejumlah 70 orang.

Perbincangan yang berlangsung selama 45 menit di akhiri dengan pertukaran cindera mata antara Ketua PP/LT Syarikat Islam dan President Council of Judge and Prosecutors.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Meeting With Mr Sayid Ahmed Bas President Sayistay Turkish

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Kalau di Indonesia, Sayistay semacam BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), akan tetapi bedanya di Turki, badan ini memiliki pengaruh yang luar biasa dalam pemerintahan Turki.

Di Turki yang kini menganut sistem pemerintahan presidensial, berdasarkan informasi bahwa President Sayistay merupakan orang kelima paling berpengaruh di dalam pemerintahan. Dan benar saja, setelah jumpa beliau disela jadwal beliau yang padat, diterima berbagai kalangan di Turki, bahkan kemarin terjadi meeting sampai 6 kali dengan berbagai lembaga.

Setelah pertemuan, beliau menjamu rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam. Rombongan dari Syarikat Islam dijamu makan siang di ruang makan Sayistay yg sangat berkelas, baik sajian maupun pelayanannya di dampingi beberapa pejabat Sayistay.

Diakhir semua kegiatan di kantor Sayistay, Mr Sayid Ahmad Bas yang merupakan seorang yg sangat alim dan memiliki hobby mengoleksi berbagai Qur’an yang antik dan unik dalam kesempatan tersebut memberikan cendra mata kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat /Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam salah satu dari koleksi qur’an beliau yg juga sangat eksklusif.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Pertemuan Di Kampus Yildin Beyazit University Ankara

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Menjelang Rabu (9 Oktober 2019) sore, rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam menuju sebuah kampus yang merupakan salah satu Universitas terkemuka di Ankara yakni Yildin Beyazit University.

Rombongan disambut Rektor Prof., DR. Ibrahim Aydinli didampingi Pembantu Rektor I, Dekan Fakultas Illahiyet (Teologi), dan pejabat lainnya.


Pertemuan yang berlangsung lebih kurang 1 jam itu melahirkan beberapa kesepahaman antara kedua belah pihak untuk ditindaklanjuti diantaranya : pertama ; pertukaran mahasiswa dan dosen (exchange student and lecture), kedua ; program penelitian dan publikasi.

Disamping itu, rektor Yildirin Beyazit University juga menjelaskan tentang biaya kuliah di kampus tersebut. Dimana biaya kuliah di kampus tersebut terbagi dalam dua besar sesuai disiplin Eksakta dan Sosial.

Uang kuliahnya ilmu sosial berada pada range 4000-5000 US$/tahun, sedangkan eksakta bisa mencapai 60.000 US$/tahun misalnya pada fakultas kedokteran.

Walaupun kelihatan mahal akan tetapi Mahasiswa Indonesia yg bersekolah di Yildin Belyazid saat ini dari informasi yang kami dapatkan itu berjumlah 16 orang dalam berbagai fakultas, salah satunya bernama Muhammad Furqan di Fakultas Illahiyet.

Selain tentang kuliah dan uang kuliah rektor juga menjelaskan tentang pengembangan pembangunan Universitas yang memiliki luasan areal kampus sekitar 2000 ha.

Sungguh menakjubkan melihat maket dari desain perencanaan dan biaya yang akan dikeluarkan dalam mewujudkan hal tersebut. Karena disamping kampus bagian timur ada salah satu lokasi yg akan dibangun seluruh sarana olah raga dengan standar international (olimpiade).

Pak Hamdan dalam sambutannya berharap bahwa Syarikat Islam Insya Allah dapat bekerjasama dengan Universitas Beyanit kedepan tentu dengan saling menguntungkan kedua belah pihak, karena Syarikat Islam juga memiliki 4 universitas yang masing-masing terdapat di Makasar, Jogyakarta, Palopo dan Solo. Mudah-mudahan ini bisa dilaksankan kedepan tegas beliau meyakinkan.

Beliau juga menjelaskan tentang hal-hal lain seputar sejarah Syarikat Islam pada masa sebelum Indonesia merdeka, masa kemerdekaan hingga hari ini.

Kunjungan di akhiri dengan foto bersama antara ke dua belah pihak dan sebelum berpisah pak Hamdan Zoelva juga mengundang balik civitas akademika terutama pak rektor untuk datang mengunjungi Indonesia dan Syarikat Islam akan sangat merasa terhormat jika itu terjadi.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Silaturrahim dengan Diyanet Işleri Başknlìğì Turki

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Di Diyanet Işleri Başknlìğì Turki atau semacam Kementerian Agama kalau di Indonesia, menjadi kunjungan ke-3 dari rombongan Syarikat Islam untuk hari ini Kamis, 10 Oktober 2019.

Sekitar pukul 17.00 waktu Turki, rombongan menuju Diyanet Işleri Başknlìğì Turk dan disambut langsung oleh president Diyanet Işleri Başknlìğì Turki Mr Ali Erbas

Lembaga setingkat menteri ini memiliki tugas dan fungsi mengurusi, mendampingi serta mengarahkan aktivitas keagamaan serta menaungi lembaga wakaf dan zakat di Turki.

Soal potensi zakat, Turki memiliki potensi zakat sekitar 55 M US$ setiap tahunnya walaupun sampai sekarang baru sekitar 10 M US$ eksistingnya atau sekitar 21% dari potensi yang ada.
Di Indonesia potensi zakat sekitar Rp. 318 Triliun sementara yg eksisting baru sekitar 9% dari potensi tersebut.

Sementara, pentasyarafun zakat dan wakaf menurut penjelasan Mr Ali Erbas diutamakan di bidang pendidikan dgn mendirikan asrama-asrama mahasiswa, menghandle persoalan pengungsi dan bantuan sosial bagi negara-negara yg telah ada jalinan kerjasama dengan Turki.

Soal kerjasama yg lebih real antara Diyanet Işleri Başknlìğì Turki dengan Syarikat Islam, terutama dengan Lembaga Wakaf Syarikat Islam akan dibicarakan lebih rinci kedepannya dan keduanya menganggap bahwa ini adalah pertemuan awal yang sangat berarti untuk memahami potensi dan kebutuhan ke dua negara.
Fataqullaha mastatha’tum.

sumber: suarasi.com

Silaturahim Syarikat Islam ke President Sayistay Turki

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Salah satu agenda yang dijadwalkan Lembaga Wakaf Syarikat Islam ke Turki adalah bertemu dengan Mr Sayid Ahmed Bas, President Sayistay Turkis.

Sebagai informasi, Sayistay mirip BPK kalau di Indonesia. Akan tetapi, bedanya di Turki, badan ini memiliki pengaruh yang luar biasa dalam pemerintahan Turki.

“Di Turki, yang kini, menganut sistem pemerintahan presidensial berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa president Sayistay merupakan orang ke 5 paling berpengaruh di dalam pemerintahan. Dan benar saja, setelah jumpa beliau kami sangat padat diterima berbagai kalangan di Turki, bahkan kemarin Rabu, 9 Oktober 2019 terjadi meeting sampai 6 kali dengan berbagai lembaga pemerintahan  maupun universitas,” Kata Ketua Umum Lembaga Wakaf Syarikat Islam DR Hamdan Zoelva, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (11/10).

photo

Silaturahim Ketua Umum Lembaga Wakaf Syarikat Islam DR Hamdan Zoelva dan Mr Sayid Ahmed Bas, President Sayistay Turkis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak baik presiden Sayistay maupun Hamdan Zoelva sangat bergembira atas silaturahim yang terbangun. “Ke depan semoga Turki dan Indonesia semakin erat hubungannya karena antara keduanya punya momentum historis akan persaudaraan ke dua bangsa di masa lalu,” ujar Hamdan Zoelva.

Banyak kesepahaman kedua belah pihak terhadap beberapa persoalan terutama pendidikan, dakwah, ekonomi dan wakaf yang bisa dielaborasi lebih jauh ke depan antara Indonesia dan Turki juga lewat lembaga sosial seperti Syarikat Islam.

Diakhir pertemuan tersebut Mr Sayid Ahmet Bas menjamu rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam makan siang di ruang makan Sayistay yg sangat berkelas baik sajian maupun pelayanannya di dampingi beberapa pejabat Sayistay.

Tak lupa Mr Sayid Ahmad Bas yang merupakan seorang yang sangat alim dan memiliki hobby mengoleksi berbagai Quran yang antik dan unik, dalam kesempatan tersebut memberikan cendra mata kepada Ketua Umum PP/LT Syarikat Islam salah satu dari koleksi Quran beliau yang juga sangat eksklusive. Setelah dipersilakan, Hamdan Zoelva memilih sendiri Alquran di ruang koleksi beliau.

sumber: republika.co.id

Ketua Umum Hamdan Zoelva Melantik Syarikat Islam Turki

Salah satu agenda rombongan Syarikat Islam dalam kunjungan ke Turki adalah melakukan pelantikan Syarikat Islam Cabang Turki yang telah lama dibentuk oleh Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziah (PP/LT) Syarikat Islam.

Bertempat di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berlokasi di Ankara – Turki, pada sekitar pukul 18.00 waktu setempat , Ketua Umum PP/LT DR Hamdan Zoelva melantik Pimpinan Cabang Syarikat Islam Turki.

Untuk pertama kalinya PP/LT menunjuk 4 (empat) orang untuk memegang jabatan eksekutive dimana pak Doddy Cleveland Hidayat Putra sebagai ketua atau Pimpinan Cabang Turki.

Seperti biasanya prosesi pelantikan diawali dengan baiat bagi anggota dari Syarikat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan ucapan sumpah dan janji sebagai pengurus kemudian dikukuhkan setelah ditanyai kesiapannya.

Dalam amanahnya setelah pelantikan ketua umum DR Hamdan Zoelva menjelaskan kembali tentang ma’na kesungguhan yg termaktub dalam baiat yg dilakukan. Menurut beliau bahwa hal tersebut penting di ulang-ulang demi menjaga kemurnian misi kita bergabung dengan Syarikat Islam.

Dibagian lain Ketua Umum Syarikat Islam menjelaskan tentang 4 (empat) program Syarikat Islam atau yang dikenal dengan Catur Program yakni ; konsolidasi, pendidikan, dakwah ekonomi dan politik.

Ditambahkan bang Hamdan begitu kebanyakan orqng menyaanya agar setelah ini segera pengurus yang dilantik untuk melengkapi kepengurusan dan melakukan konsolidasi organisasi termasuk di dalamnya mendata anggota dari Syarikat Islam yang berada di setiqp wilayah di Turki.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat ini diakhiri dengan jamuan minum yang telah disediakan oleh KBRI dan foto bersama pengurus PC Turki yang baru dilantik dengan rombongan dan staf kedutaan.