Catatan dari Turki : Meeting With Mr Sayid Ahmed Bas President Sayistay Turkish

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Kalau di Indonesia, Sayistay semacam BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), akan tetapi bedanya di Turki, badan ini memiliki pengaruh yang luar biasa dalam pemerintahan Turki.

Di Turki yang kini menganut sistem pemerintahan presidensial, berdasarkan informasi bahwa President Sayistay merupakan orang kelima paling berpengaruh di dalam pemerintahan. Dan benar saja, setelah jumpa beliau disela jadwal beliau yang padat, diterima berbagai kalangan di Turki, bahkan kemarin terjadi meeting sampai 6 kali dengan berbagai lembaga.

Setelah pertemuan, beliau menjamu rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam. Rombongan dari Syarikat Islam dijamu makan siang di ruang makan Sayistay yg sangat berkelas, baik sajian maupun pelayanannya di dampingi beberapa pejabat Sayistay.

Diakhir semua kegiatan di kantor Sayistay, Mr Sayid Ahmad Bas yang merupakan seorang yg sangat alim dan memiliki hobby mengoleksi berbagai Qur’an yang antik dan unik dalam kesempatan tersebut memberikan cendra mata kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat /Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam salah satu dari koleksi qur’an beliau yg juga sangat eksklusif.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Pertemuan Di Kampus Yildin Beyazit University Ankara

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Menjelang Rabu (9 Oktober 2019) sore, rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam menuju sebuah kampus yang merupakan salah satu Universitas terkemuka di Ankara yakni Yildin Beyazit University.

Rombongan disambut Rektor Prof., DR. Ibrahim Aydinli didampingi Pembantu Rektor I, Dekan Fakultas Illahiyet (Teologi), dan pejabat lainnya.


Pertemuan yang berlangsung lebih kurang 1 jam itu melahirkan beberapa kesepahaman antara kedua belah pihak untuk ditindaklanjuti diantaranya : pertama ; pertukaran mahasiswa dan dosen (exchange student and lecture), kedua ; program penelitian dan publikasi.

Disamping itu, rektor Yildirin Beyazit University juga menjelaskan tentang biaya kuliah di kampus tersebut. Dimana biaya kuliah di kampus tersebut terbagi dalam dua besar sesuai disiplin Eksakta dan Sosial.

Uang kuliahnya ilmu sosial berada pada range 4000-5000 US$/tahun, sedangkan eksakta bisa mencapai 60.000 US$/tahun misalnya pada fakultas kedokteran.

Walaupun kelihatan mahal akan tetapi Mahasiswa Indonesia yg bersekolah di Yildin Belyazid saat ini dari informasi yang kami dapatkan itu berjumlah 16 orang dalam berbagai fakultas, salah satunya bernama Muhammad Furqan di Fakultas Illahiyet.

Selain tentang kuliah dan uang kuliah rektor juga menjelaskan tentang pengembangan pembangunan Universitas yang memiliki luasan areal kampus sekitar 2000 ha.

Sungguh menakjubkan melihat maket dari desain perencanaan dan biaya yang akan dikeluarkan dalam mewujudkan hal tersebut. Karena disamping kampus bagian timur ada salah satu lokasi yg akan dibangun seluruh sarana olah raga dengan standar international (olimpiade).

Pak Hamdan dalam sambutannya berharap bahwa Syarikat Islam Insya Allah dapat bekerjasama dengan Universitas Beyanit kedepan tentu dengan saling menguntungkan kedua belah pihak, karena Syarikat Islam juga memiliki 4 universitas yang masing-masing terdapat di Makasar, Jogyakarta, Palopo dan Solo. Mudah-mudahan ini bisa dilaksankan kedepan tegas beliau meyakinkan.

Beliau juga menjelaskan tentang hal-hal lain seputar sejarah Syarikat Islam pada masa sebelum Indonesia merdeka, masa kemerdekaan hingga hari ini.

Kunjungan di akhiri dengan foto bersama antara ke dua belah pihak dan sebelum berpisah pak Hamdan Zoelva juga mengundang balik civitas akademika terutama pak rektor untuk datang mengunjungi Indonesia dan Syarikat Islam akan sangat merasa terhormat jika itu terjadi.

sumber: suarasi.com

Catatan dari Turki : Silaturrahim dengan Diyanet Işleri Başknlìğì Turki

Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Di Diyanet Işleri Başknlìğì Turki atau semacam Kementerian Agama kalau di Indonesia, menjadi kunjungan ke-3 dari rombongan Syarikat Islam untuk hari ini Kamis, 10 Oktober 2019.

Sekitar pukul 17.00 waktu Turki, rombongan menuju Diyanet Işleri Başknlìğì Turk dan disambut langsung oleh president Diyanet Işleri Başknlìğì Turki Mr Ali Erbas

Lembaga setingkat menteri ini memiliki tugas dan fungsi mengurusi, mendampingi serta mengarahkan aktivitas keagamaan serta menaungi lembaga wakaf dan zakat di Turki.

Soal potensi zakat, Turki memiliki potensi zakat sekitar 55 M US$ setiap tahunnya walaupun sampai sekarang baru sekitar 10 M US$ eksistingnya atau sekitar 21% dari potensi yang ada.
Di Indonesia potensi zakat sekitar Rp. 318 Triliun sementara yg eksisting baru sekitar 9% dari potensi tersebut.

Sementara, pentasyarafun zakat dan wakaf menurut penjelasan Mr Ali Erbas diutamakan di bidang pendidikan dgn mendirikan asrama-asrama mahasiswa, menghandle persoalan pengungsi dan bantuan sosial bagi negara-negara yg telah ada jalinan kerjasama dengan Turki.

Soal kerjasama yg lebih real antara Diyanet Işleri Başknlìğì Turki dengan Syarikat Islam, terutama dengan Lembaga Wakaf Syarikat Islam akan dibicarakan lebih rinci kedepannya dan keduanya menganggap bahwa ini adalah pertemuan awal yang sangat berarti untuk memahami potensi dan kebutuhan ke dua negara.
Fataqullaha mastatha’tum.

sumber: suarasi.com

Silaturahim Syarikat Islam ke President Sayistay Turki

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Salah satu agenda yang dijadwalkan Lembaga Wakaf Syarikat Islam ke Turki adalah bertemu dengan Mr Sayid Ahmed Bas, President Sayistay Turkis.

Sebagai informasi, Sayistay mirip BPK kalau di Indonesia. Akan tetapi, bedanya di Turki, badan ini memiliki pengaruh yang luar biasa dalam pemerintahan Turki.

“Di Turki, yang kini, menganut sistem pemerintahan presidensial berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa president Sayistay merupakan orang ke 5 paling berpengaruh di dalam pemerintahan. Dan benar saja, setelah jumpa beliau kami sangat padat diterima berbagai kalangan di Turki, bahkan kemarin Rabu, 9 Oktober 2019 terjadi meeting sampai 6 kali dengan berbagai lembaga pemerintahan  maupun universitas,” Kata Ketua Umum Lembaga Wakaf Syarikat Islam DR Hamdan Zoelva, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (11/10).

photo

Silaturahim Ketua Umum Lembaga Wakaf Syarikat Islam DR Hamdan Zoelva dan Mr Sayid Ahmed Bas, President Sayistay Turkis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak baik presiden Sayistay maupun Hamdan Zoelva sangat bergembira atas silaturahim yang terbangun. “Ke depan semoga Turki dan Indonesia semakin erat hubungannya karena antara keduanya punya momentum historis akan persaudaraan ke dua bangsa di masa lalu,” ujar Hamdan Zoelva.

Banyak kesepahaman kedua belah pihak terhadap beberapa persoalan terutama pendidikan, dakwah, ekonomi dan wakaf yang bisa dielaborasi lebih jauh ke depan antara Indonesia dan Turki juga lewat lembaga sosial seperti Syarikat Islam.

Diakhir pertemuan tersebut Mr Sayid Ahmet Bas menjamu rombongan Lembaga Wakaf Syarikat Islam makan siang di ruang makan Sayistay yg sangat berkelas baik sajian maupun pelayanannya di dampingi beberapa pejabat Sayistay.

Tak lupa Mr Sayid Ahmad Bas yang merupakan seorang yang sangat alim dan memiliki hobby mengoleksi berbagai Quran yang antik dan unik, dalam kesempatan tersebut memberikan cendra mata kepada Ketua Umum PP/LT Syarikat Islam salah satu dari koleksi Quran beliau yang juga sangat eksklusive. Setelah dipersilakan, Hamdan Zoelva memilih sendiri Alquran di ruang koleksi beliau.

sumber: republika.co.id

Ketua Umum Hamdan Zoelva Melantik Syarikat Islam Turki

Salah satu agenda rombongan Syarikat Islam dalam kunjungan ke Turki adalah melakukan pelantikan Syarikat Islam Cabang Turki yang telah lama dibentuk oleh Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziah (PP/LT) Syarikat Islam.

Bertempat di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berlokasi di Ankara – Turki, pada sekitar pukul 18.00 waktu setempat , Ketua Umum PP/LT DR Hamdan Zoelva melantik Pimpinan Cabang Syarikat Islam Turki.

Untuk pertama kalinya PP/LT menunjuk 4 (empat) orang untuk memegang jabatan eksekutive dimana pak Doddy Cleveland Hidayat Putra sebagai ketua atau Pimpinan Cabang Turki.

Seperti biasanya prosesi pelantikan diawali dengan baiat bagi anggota dari Syarikat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan ucapan sumpah dan janji sebagai pengurus kemudian dikukuhkan setelah ditanyai kesiapannya.

Dalam amanahnya setelah pelantikan ketua umum DR Hamdan Zoelva menjelaskan kembali tentang ma’na kesungguhan yg termaktub dalam baiat yg dilakukan. Menurut beliau bahwa hal tersebut penting di ulang-ulang demi menjaga kemurnian misi kita bergabung dengan Syarikat Islam.

Dibagian lain Ketua Umum Syarikat Islam menjelaskan tentang 4 (empat) program Syarikat Islam atau yang dikenal dengan Catur Program yakni ; konsolidasi, pendidikan, dakwah ekonomi dan politik.

Ditambahkan bang Hamdan begitu kebanyakan orqng menyaanya agar setelah ini segera pengurus yang dilantik untuk melengkapi kepengurusan dan melakukan konsolidasi organisasi termasuk di dalamnya mendata anggota dari Syarikat Islam yang berada di setiqp wilayah di Turki.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat ini diakhiri dengan jamuan minum yang telah disediakan oleh KBRI dan foto bersama pengurus PC Turki yang baru dilantik dengan rombongan dan staf kedutaan.

Kunjungan LWSI ke Council of Judges and Prosecotors.

Kunjungan LWSI ke Council of Judges and Prosecotors.

Selesai dari Kementrian Kehakiman rombongan melanjutkan kunjungan ke kantor Council Of Judges and Prosecutors.

Setiba di tempat yang dituju rombongan disambut langsung oleh pimpinan (president) lembaga tersebut Mr. Mehmet Yilmas.

Council of Judges and prosecutors Turki adalah lembaga yang memiliki tugas utama mengawasi hakim dan jaksa sebagaimana Komisi Yudisial jika di Indonesia walau tdk persis sama.

Dari informasi yang di dapat dari jumlah penduduk Turki yang sekitar 80 jutaan, jumlah hakim dan jaksa akumulasinya sejumlah 21.000 org.

Jika dibandingkan dengan Indonesia yang jumlah penduduknya 260 juta orang jumlah hakim dan jaksa hanya sekitar 16.000an org jadi sangat kurang jika dibanding ratio ketersediaan hakim dan jaksa di Turki.

Disampaikan juga oleh president Council of Judge and prosecutors dalam pertemuan hampir setiap tahunnya jumlah hakim dan jaksa yang dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik profesi rata-rata sejumlah 70 orang setiap tahun.

Perbincangan berakhir setelah berlangsung selama 45 menit dengan pertukaran cendra mata antara Ketua PP/LT Syarikat Islam dan President Council of Judge and Prosecutors.

Silaturahim dengan Diyanet Işleri Başknlìğì Turki

Silaturahim dengan Diyanet Işleri Başknlìğì Turki

Di Diyanet Işleri Başknlìğì Turki semacam Kementrian Agama di Indonesia sejak mengawali kunjungan tadi siang di kantor kehakiman, dan ini kunjungan yang ketiga oleh rombongan Syarikat Islam untuk hari ini.

Sekitar pukul 17.00 waktu Turki rombongan menuju kementrian agama dan disambut langsung oleh president Diyanet Işleri Başknlìğì Turki sebuah Lembaga yg setingkat menteri dan memiliki tugas mengurusi dan mendampingi juga mengarahkan aktivitas keagamaan di Turki dan menaungi lembaga wakaf dan zakat di Turki.

Potensi zakat Turki sekitar 55 M $ tapi eksistingnya 10 M $ atau sekitar 20% dari potensinya. Di Indonesia potensi zakat sekitar Rp. 318 Triliun sementara yg eksisting baru sekitar 9% dari potensi yang ada. Adapun pentasyarafun zakat dan wakaf diutamakan di bidang pendidikan dgn mendirikan asrama2 mahasiswa dari zakat termasuk menghandle pengungsi dan bantuan sosial bagi negara-negara yg bekerjasama dgn Turki.

Soal kerjasama yg lebih real antara Diyanet Işleri Başknlìğì Turki dengan Syarikat Islam terutama dengan Lembaga Wakaf Syarikat Islam akan dibicarakan lebih rinci ke depan.