Oleh Abid Takalamingan (Ketua Lembaga Wakaf Syarikat Islam)

Di Diyanet Işleri Başknlìğì Turki atau semacam Kementerian Agama kalau di Indonesia, menjadi kunjungan ke-3 dari rombongan Syarikat Islam untuk hari ini Kamis, 10 Oktober 2019.

Sekitar pukul 17.00 waktu Turki, rombongan menuju Diyanet Işleri Başknlìğì Turk dan disambut langsung oleh president Diyanet Işleri Başknlìğì Turki Mr Ali Erbas

Lembaga setingkat menteri ini memiliki tugas dan fungsi mengurusi, mendampingi serta mengarahkan aktivitas keagamaan serta menaungi lembaga wakaf dan zakat di Turki.

Soal potensi zakat, Turki memiliki potensi zakat sekitar 55 M US$ setiap tahunnya walaupun sampai sekarang baru sekitar 10 M US$ eksistingnya atau sekitar 21% dari potensi yang ada.
Di Indonesia potensi zakat sekitar Rp. 318 Triliun sementara yg eksisting baru sekitar 9% dari potensi tersebut.

Sementara, pentasyarafun zakat dan wakaf menurut penjelasan Mr Ali Erbas diutamakan di bidang pendidikan dgn mendirikan asrama-asrama mahasiswa, menghandle persoalan pengungsi dan bantuan sosial bagi negara-negara yg telah ada jalinan kerjasama dengan Turki.

Soal kerjasama yg lebih real antara Diyanet Işleri Başknlìğì Turki dengan Syarikat Islam, terutama dengan Lembaga Wakaf Syarikat Islam akan dibicarakan lebih rinci kedepannya dan keduanya menganggap bahwa ini adalah pertemuan awal yang sangat berarti untuk memahami potensi dan kebutuhan ke dua negara.
Fataqullaha mastatha’tum.

sumber: suarasi.com